Gangguan Ruminasi
Rumination Disorder
Gangguan makan di mana makanan yang telah ditelan berulang kali naik kembali ke mulut, yang sangat berkaitan dengan faktor psikologis.
Details
Apa itu Gangguan Ruminasi?
Gangguan ruminasi adalah kondisi di mana makanan yang sudah ditelan kembali naik ke mulut secara berulang, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Ciri khasnya adalah makanan naik kembali tanpa disertai rasa mual atau ingin muntah. Makanan yang naik tersebut bisa dikunyah kembali lalu ditelan, atau dikeluarkan.
Siapa yang Bisa Mengalaminya?
Gangguan ruminasi dapat terjadi pada semua usia, mulai dari bayi hingga dewasa. Pada bayi, biasanya mulai muncul antara usia 3–12 bulan. Pada orang dewasa, kondisi ini sering muncul bersamaan dengan stres atau kesulitan emosional. Gangguan ini juga dapat terjadi pada individu dengan disabilitas intelektual.
Penyebab dan Faktor Terkait
Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, namun diketahui bahwa stres psikologis, faktor lingkungan, dan kontraksi kebiasaan otot perut bekerja secara bersamaan. Pada orang dewasa, gangguan ini sering muncul bersama kesulitan psikologis lain seperti kecemasan dan depresi.
Kata Hangat dari Mindy
Gangguan ruminasi bukanlah sesuatu yang perlu dipermalukan. Ini adalah sinyal yang dikirimkan oleh tubuh dan pikiran Anda – jangan mencoba menyembunyikannya sendiri, tapi carilah bantuan dari profesional. Terapi perilaku dan latihan pernapasan diafragma diketahui efektif untuk mengatasi kondisi ini. Mindy siap menemani Anda agar tubuh dan pikiran Anda bisa merasa lebih nyaman.
💡 Contoh Nyata
Ketika makanan terus-menerus naik ke mulut dalam 30 menit setelah makan, dan situasi ini berulang selama beberapa minggu, itulah gambaran dari gangguan ruminasi.
Konten ini untuk tujuan pendidikan dan tidak menggantikan diagnosis medis profesional.